oleh

Penetapan Sekda Provinsi H Nasrun Umar sebagai Penjabat Bupati Muara Enim Tuai Berbagai Kritikan dari Tokoh Masyarakat Muara Enim

 

infosriwijaya.online— MUARA ENIM ; Pelantikan Penjabat Bupati Muara Enim terhadap H Nasrun Umar (HNU) oleh Ģubernur Sumatera selatan H  Herman Deru  yang di laksanakan pada selasa (11/5) di Griya Agung Palembang menuai kritikan dari para tokoh Masyarakat Muara Enim , karena yang bersangkutan sebelumnya Pelaksana Harian ( PLH) yang juga sebagai Sekretaris Daerah ( Sekda) Provinsi Sumsel.

Menurut para Sesepuh ,Akademisi dan tokoh masyarakat Muara Enim yang tergabung di dalam Group WhathApp Forum Masyarakat Muara Enim menilai , Pelantikan Penjabat ( PJ ) tersebut terkesan di paksakan dan menyalahi Aturan Undang Undang .

Diantara nya banyak komentar para Tokoh masyarakat yang menyoroti proses status hukum Bupati Muara Enin H Juarsah, SH  sejak di tangkap KPK pada Bulan Februari lalu terkait kasus suap proyek APBD Muara Enim tahun 2019 yang hingga saat  belum ada kepastian status hukumnya.  Dan saat ini HNU masih Rangkap jabatan  sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan .

Senada dengan itu para Anggota DPRD Provinsi dari Dapil 6 ( Muara Enim, Prabumulih dan PALI)  dan Praktisi Hukum serta anggota Penyelenggara Pelaksanaan Pemilihan (KPUD Muara Enim)  juga mempertanyakan pelantikan tersebut .

 

 

Berikut Komentar Para tokoh-tokoh  Masyarakat Muara Enim dalam diskusi Group WhatsApp :

[11/5 17:20] Giri Ramanda Kiemas: Sudah dilantik Pejabat Bupati jam 17 tadi. PJ Bupati diatas PLH dibawah Bupati Definitf sedikit

[11/5 17:21] Ahyaudin Kpu: Artinya bupati defenitif sudah  diberhentikan sementara, dan sudah  berstatus terdakwah ?

[11/5 17:23] Giri Ramanda Kiemas: Silahkan ditanyakan ke Gubernur dan Depdagri.

Setahu saya sampai hari ini belum ada pemberhentian

[11/5 17:49] +62 812-7322-741: Muara enim yang kosong wakil bupati. Bupatinya ada sedang melaksanakan tugas negara. Pemilihan wakil bupati 3 partai harus berembug menentukan 2 nama. baru bupati yang mengusulkan ke DPRD untuk di pilih. Dagatek istilah tertutup atau terbuka pemilihan wakil bupati

[11/5 17:51] +62 812-7322-741: Kondisi sekarang 2 nama yang disyaratkan Undang undang belum kelar masing masing partai mengajukan nama. jika ini berkepanjangan maka muara enim bupatinya PJ sepanjangan juga

[11/5 17:55] Ersangkut: masalah nya sekarang  ini gubernur Lantik Penjabat sedangkan Bupati nyo belum inkrach musti nyo tetap PLH dulu sebelum Bupati H.Juarsah terdakwa ( maap kalu aku salah )

[11/5 17:58] +62 812-7322-741: Dak masalah wo PJ itu pejabat bupati yang melaksanakan tugas bupati. karena ada kekosongan jabatan. Kalau JH bisa membuktikan dio dak bersalah haknya dikembalikan.

[11/5 17:59] +62 813-7332-2860: Masuk pak ketua , waw bisa PTUN ?????

[11/5 18:00] +62 813-6842-9176: Ini bisa di laksanakan kalo syarat2 dalam Undang undang  Pilkada dan UU Pemda terpenui.

[11/5 18:02] Ahyaudin Kpu: Nah ini yg perlu kita diskusikan …bersama, apakah bisa dilakukan pelantikan dari PLH ke PJ Sedangkan Bupati defenitif belum ada perubahan status hukumnya, masih tersangka. Mudah-mudahan memang ada peraturan yang mengatur tentang  itu di luar sepengetahuan kita

[11/5 18:03] +62 812-7322-741: kalu yang lagi S3 biso jadi disertasi salah satu kelemahan UU Pilkada dan UU Otda yang tidak mengatur kasus seperti muara enim dan OKU baru terjadi di Indonesia. Hukum tidak mengatur maka yang berlaku konvensi dan penafsiran tergantung dari sudut mana kita menilai masih debatable

[11/5 18:05] Giri Ramanda Kiemas: Cubo dikonsultasikan dengan Dekan FH UNSRI, bisanya beliau senang mengkritisi masalah masalah ke tata negaraan

[11/5 18:16] Ersangkut: Betul ndo tp kita ttp hormati Juarsah pilihan rakyat kab Muara Enim jd jgn asal”an memberhentikan nyo

[11/5 18:21] +62 813-6842-9176: JH blm di berhentikan cm di non aktifkan..

[11/5 18:22] Rsangkut: Nah ndo klu masih non aktif sebaek ttp plh Bae dulu perpanjang Bae SK plh nyo jgn PJ ini

[11/5 18:24] +62 813-6842-9176: Yg di lakukan oleh mendagri ttg PJ adalah deskresi yg di atur dan di benarkan oleh undang-undang

[11/5 18:38] +62 821-7650-5640: Semua nya baik UU aturan …semua nya sudah di atur oleh yg maha kuasa …apa pun kejadian yg akan terjadi …semoga semua nya akan membawak hikma bagi kita semua masyarakat muara Enim ..kedepan nya akan lebih baik ..merupakan pembelajaran bagi kita semua utk lebih berpikir yg positif ..demi masa depan kabupaten muara Enim …

[11/5 18:50] Yusrin Densri: Yg perlu kita sikapi adalah..kenapa harus HNU yg diangkat menjadi PJ..

-apa pertimbangan gubernur mengangkat beliau menjadi PJ..

-Apakah HNU akan tetap merangkap jabatan sbg PJ juga sbg Sekda Prov..

[11/5 18:53] +62 813-6842-9176: Apakah jadi masalah bagi masyarakat muara enim ketika HNU di angkat jadi PJ muara enim oleh mendagri..??

[11/5 18:54]  Deni Serasan: Kalo sudah Pj alangke baik nye dide rangkap jambatan, lepaskan bae Sekda Prov nyo. Menurut ku.

[11/5 18:56]  Yusrin Densri: Bkn jadi masalah atau tdk jadi masalah bagi msrkt..tapi alangkah baiknya kalo kita juga mengetahui apa poin plus dan dasa r pertimbangan gubernur utk mengangkat HNU.. pdhl HNU tdk lama lagi akan pensiun

[11/5 18:57] +62 812-7322-741: Hak prerogatif Gubernur Nunjuk PJ kite nonton saje bukan urusan suka atau tidak suka

[11/5 21:23] Buya Zul Thawalib: Aman…dak katek lagi yg nak mimpin muara enim…jeme kite…mak mane aman buya Zul bae…nyalon bupati…kire..kire…akor..

dak…bak kate pepatah…aman dak katek rotan…akar pun jadi….?

Cuman yg jadi masalah adelah….modal sendal jepit….? tinggal mak mane masyarakat tulah…he…he…he…

[11/5 21:40] H Nurul Aman: Suruh Pimpinan DPRD & PLT Sekda serta kabag Hukum..ke depdagri..untuk tanyo kan..lsg.🙏🙏

[11/5 21:44] Buya Zul Thawalib : Ado nian…pak…karena segala kebijakan ada pada mendagri….dan PLH dan DPRD lah…sebagai corongnyo…kalau di biarkan berlarut2 kagek jadi basi…karena waktu berlalu dgn cepat….

[11/5 21:51] Yones Tober: Posisi pj, pjs dan plh kepala daerah merupakan hasil dari proses administrasi,

Sedangkan istilah plh, jabatan itu diisi oleh sekretaris daerah (sekda), kalau masa jabatan kepala daerah kurang dari satu bulan

Terkait istilah pj, dijelaskan, telah diatur dalam Pasal 201, UU 10 Tahun 2016. Ketika akhir masa jabatan (AMJ) selesai

Kalau dari analisa karena melihat masa jabatan bupati difinitif sudah selesai makanya Gubernur Melantik HNU menjadi PJ,,itu menurut analisa saya,,

[11/5 22:00] +62 813-7333-5486: Siapo jadi sekda propinsi Sekarang kak..

Boleh apo kalo lah PJ merangkap jabatan sekda propinsi jugo…?

[11/5 22:07] Buya Zul Thawalib : Intinya…tergantung kepada masyarakat kabupaten muara enim…kalau hak2 masyarat tidak bisa di berikan secara menyeluruh oleh gubenur selaku pengembang amanah kepemimpinan di kabupaten muara enim maka masyarakat muara enim ada hak untuk menolak pelantikan itu…tentunya kembali kepada amanah undang2…kita serahkan kepada ahli hukum tata negara…masyarakat punya hak untuk menggugat…sesuai dengan jalur hukum..kalau memang sesuai dengan amanah undang2 yg berlaku….maka masyarakat punya kewajiban untuk menerima….yg jadi pertanyaan….status…H. Juarsah..sampai saat ini masih menjadi Bupati Muara Enim karena belum di sidangkan …pertanyaannya..ada apa….?

sedangkan untuk pemilihan wakil waktunya di ulur ulur…..ada …apa…?  Jadi kita sebagai masyarakat bertambah bingung….dari pada bingung2…ayo….salawatan…aja….?

[11/5 22:17] Buya Zul Thawalib : Kalau lah rame cal ini perlu kito dialogkan samo2….dan disertoi seluruh insan pers…tinggal cari waktu yg tepat…kito samo2 membuat pernyataan sikap atas nama masyarakat kab. Muara enim…kita ajak seluruh komponen masyarakat….suaro kito ni kito sampaikan kepada pak gubenur dan mendagri….tinggal kesepakatan kito galo2….jadi semuanya akan cepat clair dan cair…he…he…seperti batu es…

Itulah sebagaian komentar dan tanggapan Masyarakat Muara Enim yang beredar dalam Diskusi WAG Forum Masyarakat Muara Enim beberapa jam setelah Pelantikan H Nasrun Umar yang sebelumnya sebagai Pelaksana Harian kurang lebih 3 bulan yang kini dilantik kembali oleh Gubernur Herman deru sebagai Penjabat Bupati Muara Enim sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.16-1127 tanggal 6 Mei 2021  (IS : Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *