oleh

Puan Maharani: Kepala Daerah, Kalau Merah Bilang Merah

infosriwijaya.online — JAKARTA ;  Ketua DPR RI  Puan Maharani  mengingatkan para kepala daerah jangan menutup-nutupi kasus Covid-19 di wilayah mereka.

Cucu Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno itu meminta para kepala daerah  bersikap jujur dan terbuka mengenai status Covid-19 di daerah masing-masing.

Sebab, ujar Puan, keterbukaan itu akan bermanfaat guna menentukan langkah pengendalian pandemi corona di setiap wilayah.

“Jangan menutup-nutupi status Covid-19. Kalau (zona) merah yang bilang merah, jangan seolah-olah sehat. Justru itu yang harus diatasi, karena implikasinya akan membahayakan seluruh warga,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/5).

Baca Juga:

Seret Kemenpan RB, KPK dan Istana Saling Lempar Nasib 75 Pegawai Yang Tak Lolos TWK
Jangan Lewatkan, 4 Waktu Mustajab Doa Hari Jumat

Politisi dari  PDIP itu berharap seluruh level pemerintahan memahami hal ini.

Sebab, pengendalian dan penanganan Covid-19  harus dilakukan bersama-sama.

Puan mengatakan pemda harus segera menentukan langkah penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait apabila wilayahnya masuk dalam zona merah Covid-19.

Selain itu, Puan mengimbau pemda berhati-hati memberlakukan kebijakan peningkatan perekonomian yang menimbulkan potensi besar terjadinya penularan Covid-19.

“Kesehatan dan keselamatan menjadi hal utama yang harus dijaga. Ekonomi penting tapi keselamatan warga yang utama. Jadi, harus sabar,” ujarnya.

Puan akan terus mendorong pemerintah pusat mempercepat vaksinasi hingga tercapai kekebalan komunal atau “herd immunity”.

Dia menilai semua usaha pengendalian Covid-19 akan lebih efektif apabila mendapat dukungan dari masyarakat.

Oleh karena itu, masyarakat perlu saling mengingatkan pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan meskipun sudah divaksinasi.

Mantan menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan itu meminta kepala daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat karena tidak mungkin kita jalan sendiri-sendiri dalam mengatasi pandemi Covid-19. ( IS; Red/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *