oleh

Refleksi 23 Tahun Reformasi, Lampung Tidak Sedang Baik-Baik Saja

 

infosriwijaya.online  — Bandarlampung ;  Melalui Generation On Track Talkshow yang digelar oleh Fajar Surya Televisi (Fstv) dalam Rilies yang diterima http://infosriwijaya.online pada Kamis (27/05/2021) malam .

Para Aktivis Lampung siap kawal Reformasi serta bangun gerakan pasca Reformasi.Aktivis Organisasi Kemahasiswaan yang hadir menjadi narasumber diantaranya ada PMII, HMI MPO, EK LMND, PMKRI, SMI, LMND DN dan juga GMKI.

Refky Rinaldy salah satu narasumber dari PMII Cabang Bandarlampung itu mengatakan, Reformasi hadir bukan tanpa alasan, ada perjalanan panjang yang berujung pada runtuhnya rezim orde baru yang otoriter.

“Banyak insiden yang terjadi menjelang runtuhnya rezim orde baru, pelanggaran HAM, pembungkaman terhadap suara-suara kebenaran, yang jelas sejarah memperlihatkan betapa sentimen nya rezim terhadap gerakan intelektual saat itu,” ujarnya.

Namun, kata Refky, sejarah memang penting diketahui sebagai pengetahuan kita untuk melakukan formulasi gerakan kedepannya pasca Reformasi. “Tidak boleh berlarut-larut dalam sejarah, yang hari ini menjadi tanggungjawab kita adalah bagaimana sebagai generasi setelah reformasi mampu mengawal dan memastikan hajat besar yang menaruhkan banyak nyawa tersebut betul-betul dirasakan, dari sisi keadilan kesejahteraan dan perdamaian sebagai bangsa yang besar ini,” paparnya.

Selain Refky, Aktivis EK LMND Riski Oktara
mengatakan bahwa, hari ini gerakan Aktivis seperti tersekte-sekte, menurutnya perlu ada konsolidasi besar yang harus dilakukan setelah dialog refleksi 23 Tahun Reformasi ini.

“Perlu ada bangunan Komunikasi dan emosional agar Aktivis saat ini mampu menyatukan gerakan kedepannya, jadi kita gak kaku ketika harus melakukan suatu gerakan, hari ini kita agak kaku dan kesulitan untuk melakukan konsolidasi untuk membangun suatu gerakan,” Kata Riski.

Senada dengan yang lain, Handri Kusuma dari HMI MPO mengatakan jika seluruh elemen Aktivis dari berbagai Organisasi mampu membangun gerakan bersama maka tentu setiap gerakan yang terjadi akan berujung pada capaian yang diinginkan. “Kita seringkali kehabisan nafas dalam bergerak, ini bisa jadi bahan pertimbangan kita semua bahwa betapa pentingnya membangun sinergitas gerakan antar Organisasi, agar target gerakan yang ada mampu melahirkan perwujudan yang nyata,” ujar Handri.

Diluar itu, Refky Rinaldy menyimpulkan bahwa setelah semua yang direfleksikan tersebut hadir secara sadar, maka Refky mengatakan salah satu langkah konkrit yang bisa dilakukan adalah mengawal dan mengawasi setiap peristiwa politik pemerintahan yang hadir.

“Kebijakan publik adalah salah satu kanal untuk mewujudkan keadilan kesejahteraan dan perdamaian di negara kita, kebijakan terjadi karena ada hajat serta peristiwa politik yang hadir baik pilpres, pileg maupun pilkada, maka perjalanan kontestasi politik tersebut tidak boleh luput dari mata kita semua, proses yang tidak baik maka akan menghasilkan produk yang tidak pula, begitupun sebaliknya, semua nya harus terus dalam pantauan kita, dari situ kita bisa memastikan bagaimana nasib kita semua kedepannya, Coruption Politic serta kejahatan lainnya acap kali terjadi,” tutup Refky. (IS; Red/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *