oleh

WASPADA SAKIT KEPALA TERUS-MENERUS

Disarikan oleh : dr. Emir Rasyid Hafiz

infosriwijaya.online — PALEMBANG, Sakit kepala atau nyeri kepala salah satu penyakit yang paling sering di alami oleh seluruh orang. Kondisi tidak nyaman pada kepala, kulit kepala, atau bahkan leher yang dapat muncul secara bertahap atau mendadak. Sakit kepala bisa membuat kepala terasa berdenyut, seperti terlilit oleh tali, ataupun terasa berat. Sakit kepala bisa terasa ringan hingga berat dan dapat berlangsung beberapa jam hingga berhari-hari.

Secara umum, sakit kepala dapat dikategorikan menjadi dua kelompok besar, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer terjadi tanpa adanya penyakit lain yang mendasari. Sedangkan sakit kepala sekunder umumnya timbul sebagai akibat dari kondisi medis lain yang dapat lebih serius.

Pada sebagian besar kasus, sakit kepala yang terjadi adalah sakit kepala primer. Namun, sebagian kecil sakit kepala dapat menjadi pertanda beberapa kondisi yang lebih serius, seperti stroke, radang selaput otak, atau tumor otak.

Nyeri sakit kepala kemungkinan dapat memiliki penyakit lain bila memenuhi beberapa hal berikut:

– Nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan sangat tidak tertahankan.

– Nyeri tidak mereda sama sekali setelah mengonsumsi obat dan dirasakan semakin parah seiring dengan berjalannya waktu.

– Nyeri timbul setelah seseorang mengalami cedera kepala berat.

– Nyeri timbul secara tiba-tiba dan dipicu oleh perubahan postur, bersin, tertawa, atau pekerjaan berat.

– Terdapat gejala lain yang dapat berhubungan dengan keluhan otak atau sistem persarafan, yang dapat mencakup kelemahan pada sisi tubuh tertentu, bicara pelo, kebingungan, hilang ingatan, atau letargi (rasa mengantuk yang berlebihan).

– Terdapat beberapa keluhan tambahan seperti demam leher yang kaku, bintik-bintik merah pada tubuh, gangguan penglihatan, nyeri pada rahang saat mengunyah, atau nyeri hebat dan kemerahan pada salah satu mata.

Pengobatan yang dapat dilakukan dalam mengatasi sakit kepala diantaranya obat-obatan paracetamol, ibuprofen, aspirin, anti nyeri lain. Namun jika keadaan tidak timbul membaik sebaiknya segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Pencegahan sederhana yaitu dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, menghindari rokok, alkohol, dan stres. (IS/RED)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *